
Kediri, www.beritamadani.com – SMPN 1 Wates menggelar kegiatan Parenting bagi wali murid baru sebagai bagian dari rangkaian awal Tahun Ajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi orang tua untuk memperkuat pemahaman tentang pola asuh, pendidikan karakter, serta membangun komunikasi yang selaras antara sekolah dan keluarga.
Kepala SMPN 1 Wates, Mashuri, mengatakan bahwa program parenting merupakan agenda penting yang selalu dilaksanakan pada awal tahun ajaran, bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tujuannya adalah menyamakan visi pendidikan antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak memasuki jenjang SMP.
Menurutnya, pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga agar pembentukan karakter dan budaya prestasi dapat berjalan secara optimal.
“Tahun ini pelaksanaan MPLS berlangsung murni selama lima hari sesuai arahan dari Kementerian. Karena itu, pada hari pertama sekolah juga diwajibkan melaksanakan kegiatan parenting sebagai bentuk penguatan peran orang tua dalam proses pendidikan anak,” ujar Mashuri.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut para wali murid diberikan pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh sinergi antara lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga. Saat anak mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, dukungan orang tua menjadi faktor penting untuk menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri.
Mashuri menambahkan, komunikasi yang baik sejak awal diharapkan mampu mencegah munculnya berbagai persoalan di kemudian hari. Apabila terjadi kendala dalam proses belajar maupun perkembangan peserta didik, sekolah dan orang tua dapat menyelesaikannya melalui musyawarah.
“Harapannya, sekolah dan orang tua memiliki komitmen yang sama dalam mendampingi anak. Jika ada persoalan, dapat diselesaikan bersama melalui komunikasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan MPLS, tata tertib sekolah, serta ketentuan rombongan belajar sesuai regulasi pemerintah. Mashuri menegaskan bahwa setiap rombongan belajar dibatasi maksimal 32 peserta didik agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan kendala administrasi pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selain itu, kegiatan Parenting membahas sejumlah materi penting yang dibutuhkan orang tua dalam mendampingi anak usia remaja. Di antaranya pengenalan kurikulum dan program sekolah, pemahaman psikologi masa transisi dari SD ke SMP, penerapan pola asuh yang efektif melalui komunikasi terbuka, hingga pentingnya pengawasan penggunaan gawai.
Sekolah juga mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama menanamkan pendidikan karakter di rumah agar sejalan dengan pembiasaan yang diterapkan di sekolah.
Melalui kegiatan Parenting ini, SMPN 1 Wates berharap terbangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan orang tua sehingga proses pendidikan berlangsung lebih optimal, sekaligus mampu mencetak peserta didik yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (Panggah)


