
Blitar, www.beritamadani.com – Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) berhasil menggelar event nasional Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-XV dengan sukses, bertempat di Candi Negara, yaitu Candi Palah Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).
Gelaran Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-XV dengan tema “BALINE AJARAN LUHUR NUSWANTORO” seolah direstui oleh alam. Cuaca semula panas terik matahari yang menyengat kemudian redup dengan semilir angin penuh kedamaian. Tetapi tidak mengurangi kegigihan para penampil untuk tetap performa di atas panggung Pelataran Candi Teras di depan Candi Induk.
Ki Aris Sugito, Ketua Umum Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) menyatakan bahwa event Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong yang ke-XV berlangsung sukses. Alam serasa merestui, sesuai tema yang dipilih. Saat ritual doa di pelataran Candi Induk ditandai bersamaan dengan adanya getaran gempa bumi dan hujan rintik-rintik di atas candi.
Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-XV tersebut dihadiri oleh Forkompimda Blitar beserta semua pegiat budaya, tokoh-tokoh spiritual dari beberapa Kasepuhan dan Lembaga Kebudayaan di Jawa Timur, tokoh agama dan kepercayaan dari seluruh Indonesia. Teristimewa pada tahun ini juga dihadiri oleh tokoh penting yaitu para sultan, dan serta raja-raja dan Ratu perwakilan dari seluruh Nusantara.

Ki Aris Sugito, SH. Ketua Umum LP2BN menyatakan bahwa event KTAN ke-XV berlangsung sukses. Alam serasa merestui dan sesuai tema yang dipilih.
“Terimakasih untuk Panitia semua sudah bekerja dengan baik, lancar dan sukses, bahkan gaungnya sudah ke manca negara. Secara spiritual gelaran ini sesuai dengan tema. Begitu acara dimulai terik panas matahari berubah jadi mendung, begitu selesai upacara mendung sumilak dan saat itulah tumitise para luhur ngejowantah“.
“Yang artinya semua Panitia telah menjalankan tugas dengan baik. Semua berjalan dengan ketentuan alam, kita hanya berusaha yang menentukan Tuhan, dengan perantaraan leluhur dan alam semesta,” ujarnya.
Ketika diwawancarai oleh awak media Ki Aris Sugito, menjelaskan bahwa KTAN ke-XV ini bertujuan melestarikan budaya luhur bangsa.
“Candi Palah ini candi pendarmaan atau darma puja yang dibangun oleh Raja Kediri yang dilanjutkan oleh Tumapel, dan dilanjutkan oleh Majapahit. Di era Prabu Jayanegara, Candi Palah ini diresmikan sebagai Candi Negara. Satu-satunya Candi Negara di Nusantara”.
“Awalnyanya Candi ini namanya Palah, kemudian pada era Majapahit dijadikan tempat pendidikan maka disebutlah menjadi Candi Palah Penataran. Dengan KTAN ini, harapannya kita terus mendidik atau menapak tilas, maka tempatnya diawali dari Situs Umpak Balekambang yang juga tempat mendidik para punggawa, menuju Candi Palah Penataran, dengan jarak tempuh sekitar 2 km,” jelasnya.

“Peserta hari ini dihadiri oleh para raja dan sultan serta Ratu, mereka ini adalah penjaga adat. Setelah menjadi NKRI, kami ingin membangkitan para kesatria-kesatria untuk menjaga bangsa. Termasuk moral, adat istiadat termasuk ritual-ritualnya. Tugas raja dan sultan adalah membangun peradaban bangsa yang lebih baik, menuju Nusantara sebagai pusat peradaban dunia,” tandasnya.
Sementara itu, Ki Condro Nurcahyo, Amd.Kep. yang tahun ini dinobatkan sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong yang ke-XV menyampaikan, “Kirab Tumpeng Agung ini bukan hanya sekedar makanan yang dikirab melainkan sebagai simbol wujud syukur kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkah anugerah, rizqi yang diberikannya. Sebagai momentum menjalin silaturahmi, memupuk rasa persaudaraan, persatuan, kesatuan, kegotong royongan dan kebersamaan. Mari tetap kita jaga, dan kita lestarikan budaya kearifan lokal bangsa Indonesia. Warisan luhur nenek moyang kita. Budaya adalah jati diri bangsa”.
Kita tidak ingin anak-cucu kita dengan kemajuan teknologi informasi digital yang sudah sedemikian rupa, infiltrasi itu kan terjadi. Infiltrasi kebiasaan masyarakat di luar Indonesia itu mudah sekali masuk. Kita tidak ingin generasi muda kita ini kehilangan jati dirinya.
Itulah yang menjadi konsen Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), bukan di Jawa Timur saja melainkan kita juga mengembangkan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan di DKI. Dari Sabang sampai Merauke, bukan berarti adat istiadat budaya jawa yang harus diikuti, tetapi kembangkan adat istiadat budaya di wilayah daerah masing-masing, di seluruh Nusantara.

drh. Adi Andaka Asisten 1 Pemkab Blitar mewakili Bupati Blitar menyampaikan apresiasi kepada LP2BN serta panitia atas kolaborasinya dan mudah-mudahan di kegiatan yang sama di tahun depan akan lebih meriah lebih semangat dan lebih bermakna lagi.
“Pesan Bapak Bupati Blitar mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penggagas, pemerintah desa, seniman dan budayawan, para relawan dan seluruh pihak yang berinisiatif bekerja keras menyelenggarakan kegiatan yang bermakna ini, semangat gotong royong yang merupakan kekuatan besar persatuan sekaligus melestarikan budaya bangsa”.
“Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong bukan sebuah tradisi seremonial tetapi menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang di berikan, sekaligus menjadi simbol kebersamaan kepedulian sosial dan persatuan masyarakat nilai-nilai gotong royong yang diwariskan para leluhur harus kita jaga dan kita tanamkan ke generasi muda sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia”.
“Pelaksanaan kegiatan ini sangat relevan dengan datangnya tahun baru Islam 1 Muharam 1448 H. Meningkatkan keimanan mempererat persaudaraan, kepedulian terhadap sesama serta membangun semangat untuk terus memperbaiki diri dan lingkungan, semangat hijrah tersebut menjadi semangat gotong royong yang menjadi roh dalam kegiatan ini.

“Kabupaten Blitar mempunyai sejarah seni yang luar biasa. Kegiatan seperti Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong merupakan aset budaya yang luar biasa yang menjadi daya tarik kita bagi wisatawan. Untuk itu mari kegiatan ini kita jadikan agenda budaya yang dikemas secara menarik bagi wisatawan yang datang ke Blitar,” pungkasnya.
Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong ke-XV ini terselenggara berkat kerjasama Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar dan didukung oleh para paguyuban kesenian seperti Pasukan Jaranan, Pecut Samandiman, Barongan, Kentrung, drumband, seni tari dan relawan.
Semoga momentum ini menjadi pemantik semangat generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan warisan luhur yang telah diwariskan para leluhur di tengah arus modernisasi. (tim BMK)


