Perkokoh Spiritualitas dan Budaya Leluhur di tengah Gempuran Modernisasi

Kediri, www.beritamadani.com – Arus modernisasi yang kian masif tak menggoyahkan komitmen pelestarian budaya di Kabupaten Kediri. Hal itu ditegaskan dalam kegiatan Dialog Budaya: Penguatan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang digelar di Sendang Tirto Kamandanu, Dusun Menang, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Rabu (15/4/2026).

Forum yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, hingga komunitas penghayat kepercayaan ini menjadi ruang strategis dalam merawat nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat spiritualitas masyarakat. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah derasnya perubahan zaman.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menegaskan bahwa budaya merupakan identitas yang harus dijaga secara berkelanjutan, terutama dengan melibatkan generasi muda.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Jika tidak dirawat bersama, maka akan tergerus oleh zaman. Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan budaya tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Senada, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kediri, Yuli Marwanto, menekankan bahwa nilai budaya harus berjalan selaras dengan nilai spiritual sebagai pondasi kehidupan masyarakat.

“Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menjadi dasar dalam membangun masyarakat yang harmonis dan toleran. Keberagaman budaya harus menjadi kekuatan pemersatu,” tegasnya.

Sementara itu, dari unsur aparat penegak hukum, Kasubsi Intelijen Kejari Kediri, Bayu, menyampaikan bahwa budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berintegritas dan taat hukum.

“Budaya yang kuat akan melahirkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral serta mampu menjaga stabilitas dan ketertiban. Ini penting untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif,” ungkapnya.

Dialog budaya ini juga diharapkan mampu melahirkan berbagai program nyata, mulai dari penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, pembinaan komunitas seni dan budaya, hingga kegiatan sosial yang berakar pada nilai tradisi.

Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolsek Pagu AKP Khalis Joewasono, perwakilan Koramil 0809-19/Pagu, Presidium MLKI Kabupaten Kediri Gunawan Sugiono, Kepala Desa Menang Linda Indarwati beserta perangkat desa, jajaran Polsek Pagu, tokoh adat, juru kunci Sendang Tirto Kamandanu, komunitas penghayat kepercayaan, hingga perwakilan padepokan spiritual se-Kabupaten Kediri.

Melalui dialog ini, Kediri kembali menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara modern, tetapi juga kokoh menjaga akar budaya dan nilai spiritual sebagai fondasi kehidupan masyarakat. (Panggah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top