
Kediri, www.beritamadani.com –
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memperketat pengawasan kesehatan dan lalu lintas ternak guna mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Langkah pengawasan dilakukan langsung di Pasar Hewan Rojokoyo, Kecamatan Ngadiluwih, Rabu (13/5/2026). Tim dokter hewan diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan klinis terhadap sapi-sapi yang diperjualbelikan menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, melalui Dokter Hewan DKPP Kabupaten Kediri, Luh Putu Setianti Pratiwi, memastikan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi ternak dalam keadaan sehat dan layak dipotong untuk kurban.
“Untuk hari ini, pemeriksaan sapi kondisinya oke semua. Jadi semuanya normal dan kelayakan untuk dipotong juga sudah bagus,” ujar Pratiwi usai melakukan pemeriksaan di lokasi.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik, postur tubuh, kesehatan mata, alat reproduksi, hingga pemeriksaan kulit untuk mendeteksi gejala benjolan yang identik dengan LSD.
Meski situasi dinilai aman, DKPP tetap mengingatkan masyarakat agar tidak asal memilih hewan kurban. Warga diminta memastikan hewan yang dibeli tidak memiliki kelainan fisik maupun indikasi penyakit kulit.
“Pilih sapi yang benar-benar sehat. Jangan memilih sapi yang memiliki kelainan atau penyakit kulit karena tentu tidak layak untuk dikurbankan,” tegasnya.
Pengawasan pasar hewan dipastikan berlangsung rutin selama musim penjualan kurban. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus potensi masuk dan menyebarnya ternak sakit di wilayah Kabupaten Kediri.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, DKPP juga memperketat administrasi pengiriman ternak keluar daerah. Setiap sapi yang diperdagangkan lintas wilayah diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Kalau nanti penjualannya ke luar daerah, wajib membawa SKKH sebagai bukti kesehatan hewan dari dinas,” tambah Pratiwi.
Di tengah pengawasan ketat tersebut, harga sapi kurban mulai mengalami kenaikan. Salah satu peternak, Ayyik Saputra, mengungkapkan harga sapi saat ini naik sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dibandingkan hari biasa.
“Sekarang ada kenaikan harga. Yang biasanya Rp 25 juta sekarang bisa Rp 27 juta,” katanya.
Meski harga naik, permintaan pembeli disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi angin segar bagi para peternak setelah sempat terpukul wabah PMK dalam beberapa tahun terakhir.
DKPP memastikan hingga saat ini wilayah Kabupaten Kediri masih dalam kondisi aman dari kasus PMK maupun LSD. Pemerintah berharap pengawasan rutin dan kepatuhan pedagang terhadap aturan kesehatan ternak dapat menjaga kualitas hewan kurban hingga Idul Adha nanti.
“Untuk masyarakat, InsyaAllah tidak perlu khawatir karena untuk PMK dan LSD di sini tidak ada,” tandas Pratiwi. (Panggah)


