Lewat Poster, 138 SMP Digelorakan Jadi Garda Antikorupsi Sejak Dini

Kediri, www.beritamadani.com – Semangat melawan korupsi mulai ditanamkan sejak bangku sekolah. Sebanyak 138 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Kediri didorong ikut ambil bagian dalam Lomba Melukis Poster Ajakan dan Pemilihan Duta Antikorupsi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan technical meeting yang melibatkan perwakilan sekolah peserta. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri beserta jajaran, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kediri.

Kasi Pidsus Kejaksaan Jasa Alex Parlinggoman H., S.H. turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu membentuk sikap jujur, berintegritas, dan berani menolak segala bentuk perilaku koruptif sejak usia pelajar.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Wahyu Murdjianto, S.Sos., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan membuat poster.

“Ini bukan hanya tentang siapa yang membuat poster paling bagus, tetapi bagaimana anak-anak memahami nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Kami ingin pesan antikorupsi benar-benar tumbuh dari lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari karakter mereka sehari-hari,” ujar Wahyu, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pelajar memiliki posisi strategis dalam membangun budaya antikorupsi. Karena itu, pendidikan karakter perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif dan dekat dengan dunia anak.

“Melalui poster dan pemilihan Duta Antikorupsi, kami memberikan ruang kepada siswa untuk menyampaikan gagasan mereka sendiri. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi peserta lomba, tetapi juga menjadi agen perubahan yang bisa mengajak teman-temannya untuk membiasakan perilaku jujur dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Dalam lomba tersebut, setiap karya peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain orisinalitas, kekuatan dan dampak pesan, performa penyampaian, serta materi yang disampaikan.

Konsep tersebut membuat lomba tidak sekadar menguji kemampuan seni dan kreativitas siswa. Lebih dari itu, karya poster diharapkan mampu menjadi media kampanye yang menyuarakan pentingnya integritas dan bahaya korupsi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kalangan pelajar.

Sementara itu, pemilihan Duta Antikorupsi menjadi bagian penting dalam membangun figur pelajar yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan dapat membawa nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membiasakan kejujuran, disiplin, bertanggung jawab, hingga berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang tidak benar.

Dengan melibatkan seluruh SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kediri, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki budaya antikorupsi.(Panggah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top