Bupati Kediri Berangkatkan 172 Pleton Lomba Baris Berbaris Tingkat SLTA

Kediri, www.beritamadani.com – Derap langkah ratusan pelajar menggema di Kabupaten Kediri, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 172 pleton peserta Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat SMA, SMK, dan MA sederajat se-Kabupaten Kediri bergerak dari Halaman Depan Pemkab Kediri menuju garis finis di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG).

Di bawah semangat menyambut kemerdekaan, barisan para pelajar tidak hanya menjadi pemandangan tentang kerapian dan keteguhan langkah. Di balik derap yang serempak, terselip pesan tentang disiplin, kekompakan, hingga masa depan generasi muda.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan LBB menjadi salah satu sarana untuk membentuk kedisiplinan, kerapian, dan kekompakan siswa. Kompetisi tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat di kalangan pelajar.

Menurut Hanindhito, para peserta nantinya tidak hanya dinilai dari kemampuan menjaga kerapian barisan. Mereka juga akan berhadapan dengan pandangan masyarakat yang menyaksikan perjalanan lomba.

“Untuk adik-adik sekalian nanti kalian disaksikan warga. Warga akan melihat bukan rapinya saja, tapi kekompakan kalian dan kekuatan kalian,” ujar Hanindhito.

Namun, di tengah suasana penuh semangat itu, Hanindhito menyampaikan dua pesan yang dinilai penting bagi kehidupan pelajar di Kabupaten Kediri.

Dua pesan yang dimaksud adalah terkait bullying dan pergaulan bebas. Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini lebih jauh menjelaskan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk penanganan dan pencegahan bullying di wilayahnya. Hal ini dilakukan karena tingkat SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Saya akan menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau ada bullying Saya minta (pelakunya) untuk di Drop Out”, terangnya usai memberangkatkan LBB di lapangan depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kemudian selain bullying pihaknya juga menyoroti pergaulan bebas. Hanindhito menuturkan salah satu indikator masih adanya pergaulan bebas adalah meningkatnya angka dispensasi pernikahan dini di Kabupaten Kediri.

Untuk itu, Bupati berusia 34 tahun tersebut mengingatkan agar para peserta LBB ini menghindari dua perilaku tersebut karena menurutnya masa depan Bumi Panjalu berada di tangan para pemuda.

“Nasib Kabupaten ini ada di tangan panjenengan semua”, pungkasnya. (diskominfokdr/Panggah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top