Legenda Sumur Bandung Turut Memeriahkan MAPAN Kreatif Fest 2026

Kediri, www.beritamadani.com – Walikota Kediri Vinanda Prameswati memberangkatkan peserta MAPAN Kreatif Fest di Taman Tempurejo, Minggu (20/09/2026). Festival ini menghadirkan beragam kostum unik, kendaraan hias, serta kreasi warga dari 15 Kelurahan di Kecamatan Pesantren.

Walikota Kediri, mengatakan MAPAN Kreatif Fest (MKF) ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan ide, karya dan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi lokal.

“MKF ini ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus ini bisa menjadi wadah kita untuk melestarikan budaya. Harapannya dengan adanya MKF ini bisa menarik wisatawan untuk bisa berkunjung ke Kota Kediri untuk melihat potensi-potensi yang ada di Kota Kediri”.

Camat Pesantren, Judi Kuncoro menjelaskan MAPAN Kreatif Fest digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kota Kediri ke-1147 dan HUT RI ke-81. Festival ini menjadi momentum untuk menyatukan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap daerah dengan potensi lokal.

Mengusung tema “Ekonomi Kreatif Menuju Kota Kediri MAPAN”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi.

“Kegiatan ini mewadahi inovasi dan kreativitas masyarakat melalui pawai seni dan ekonomi kreatif. Masing-masing Kelurahan menampilkan potensi unggulannya”, jelas Judi.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Blabak, M. Rizky Zakaria menerangkan, “Kegiatan MAPAN Kreatif Fest 2026 diselenggarakan dengan maksud dan tujuan agar kelurahan di wilayah Kecamatan Pesantren bisa menampilkan potensi, inovasi, seni budaya, produk usaha dan kreativitas masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif”.

Pada kegiatan tersebut, Kelurahan Blabak menampilkan cerita Legenda Sumur Bandung yang merupakan salah satu cerita rakyat di Kelurahan Blabak. Untuk mewujudkan cerita tersebut, dikemas dalam bentuk sendratari yang ditampilkan saat karnaval.

“Kelurahan Blabak melibatkan warga mulai anak-anak hingga dewasa sejumlah 40 orang dengan difasilitasi Kelurahan serta didukung oleh LKK Kelurahan Blabak sehingga cerita Legenda Sumur Bandung bisa ditampilkan dengan baik oleh seluruh anggota tim. Harapan kami, kegiatan serupa bisa diadakan lagi dengan lebih baik, sehingga dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif di wilayah Kecamatan Pesantren”, pungkasnya.

Berikut sinopsis Legenda Sumur Bandung yang ada di Kelurahan Blabak. Zaman dahulu di sebuah desa ada seorang laki-laki dewasa yang gagah, tampan namun masih lajang bernama “Pragoto” yang terkenal dengan kesaktiannya. Laki-laki tersebut mempunyai seorang wanita pujaan yang diidam-idamkan untuk dijadikan pendamping hidupnya. Wanita tersebut adalah seorang janda dari desa sebelah yang biasa disebut dengan dusun dadapan. Wanita tersebut terkenal dengan kecantikannya, semua laki-laki yang melihatnya pasti jatuh cinta kepadanya.

Pada suatu hari Pragoto yang biasa disebut Joko Pagut melamar Rondo Dadapan, tetapi lamarannya ditolak. Pragoto tidak terima dengan penolakannya dan terus mendesak agar lamaran tersebut diterima. Dengan berbagai cara Pragoto merayu janda tersebut. Akhirnya Rondo Dadapan mengajukan persyaratan dengan meminta untuk dibuatkan 10 buah sumur dalam waktu semalam.

Karena cinta Pragoto kepada Rondo Dadapan sudah membara, agar lamarannya diterima Pragoto menyanggupi permintaan tersebut. Dengan segala kekayaan dan kesaktiannya, permintaan Rondo Dadapan disanggupi. Akhirnya dibuatkan lah sumur itu. Dengan menggunakan aji Bandung Bondowoso didatangkan semua bala tentara dari bangsa dedemit untuk membuat 10 sumur.

Pada saat ¾ malam waktu fajar akan segera tiba, Rondo Dadapan mendengar kabar sudah 9 sumur selesai dibuat. Mendengar kabar tersebut, Rondo Dadapan ingin menggagalkan selesainya pengerjaan sumur. Karena memang Rondo Dadapan sama sekali tidak mencintai Pragoto (Joko Pagut), Rondo Dadapan mengajak teman-temannya untuk mengumpulkan “Damen” (batang padi, red). Setelah terkumpul di bakar lah damen tersebut akhirnya suasana desa menjadi terang bagaikan sinar matahari pagi. Larilah para dedemit yang sedang membantu membuat sumur.

Pragoto sangat marah dan panik lalu keluarlah kata-kata kutukan untuk janda dadapan atau Rondo Dadapan, “Wahai Rondo Dadapan engkau telah berkhianat, semoga para janda di Dadapan tidak ada yang menikah lagi”.

Mendengar ucapan Pragoto tersebut, Rondo Dadapan juga mengutuk, “Semoga banyak jejaka tua di desamu tidak akan menikah”. Dari peristiwa tersebut akhirnya desa tersebut diberi nama dusun Pagut dan sumur tersebut diberi nama Sumur Bandung.

Untuk diketahui bahwa dusun Pagut (asal Pragoto) merupakan salah satu dusun / lingkungan di Kelurahan Blabak dan Sumur Bandung berada di wilayah lingkungan Bulurejo Kelurahan Blabak.

Semoga agenda MAPAN Kreatif Fest bisa terus berlanjut di tahun mendatang sehingga generasi muda lebih mengerti dan memahami asal usul maupun legenda yang ada di daerahnya. (Widya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top