
Kediri, www.beritamadani.com – Akses menuju kawasan wisata kawah Kelud kembali mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri melanjutkan pembangunan jalan utama menuju kawah sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendukung pengembangan pariwisata.
Pembangunan tersebut merupakan kelanjutan pekerjaan yang telah dilakukan pada 2025. Tahun ini, Pemkab Kediri menambah jalan utama dengan lebar 6 meter dan panjang 243 meter, menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement.
Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito melalui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengatakan pekerjaan pembangunan telah dimulai. Ruas yang dikerjakan kali ini berada pada titik lanjutan hingga kawasan depan parkir ojek motor.
“Pekerjaan telah kita mulai, penambahan jalan utama selebar 6 meter dengan panjang 243 meter,” kata Irwan, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, pembangunan akses menuju kawah dilakukan secara bertahap. Penggunaan konstruksi beton dipilih karena memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap beban dan kondisi jalan, sehingga diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Peningkatan akses jalan tersebut tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pariwisata. Infrastruktur ini juga diharapkan memudahkan mobilitas petugas dalam melakukan pemantauan aktivitas Gunung Kelud.
Di tengah pembangunan akses tersebut, Pemkab Kediri juga memberikan perhatian terhadap informasi mengenai aktivitas Gunung Kelud yang beredar di masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud untuk memastikan kondisi terkini berdasarkan hasil pemantauan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan pada Rabu (16/9/2026), tingkat aktivitas Gunung Kelud masih berada pada Level I atau Normal.
“Berdasarkan hasil pemantauan hari Rabu, 16 September 2026, status Gunung Kelud masih berada di tingkat aktivitas Level I (Normal),” terang Ariyanto.
Meski berstatus normal, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mengutamakan keselamatan. Pengunjung diimbau mematuhi ketentuan keamanan dan tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.
Dengan dilanjutkannya pembangunan jalan sekaligus pemantauan aktivitas gunung api, Pemkab Kediri berharap kawasan Gunung Kelud semakin mudah diakses untuk kegiatan pariwisata, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi masyarakat dan pengunjung.
Pembangunan infrastruktur terus berjalan, sementara kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik tetap menjadi prioritas. (diskominfokdr/panggah)


