
Kediri, www.beritamadani.com –
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang dirangkaikan dengan Pembukaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Negeri Kabupaten Kediri di SMP Negeri 2 Ngadiluwih, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepala sekolah dan guru mata pelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kediri.
Mengusung tema “Bersinergi, Berkolaborasi, Berinovasi untuk Pendidikan Bermutu di Kabupaten Kediri”, kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., beserta seluruh kepala SMP Negeri se-Kabupaten Kediri, pengurus MKKS, serta perwakilan MGMP berbagai mata pelajaran.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kekompakan seluruh insan pendidikan dalam menjalankan tugasnya.
“MGMP bukan sekadar forum pertemuan guru, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi, berbagi praktik baik, dan melahirkan inovasi pembelajaran. Sementara MKKS menjadi wadah strategis bagi kepala sekolah untuk menyamakan langkah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Muhsin mengatakan, tantangan dunia pendidikan saat ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan yang berkarakter.
“Guru harus terus belajar dan tidak berhenti berinovasi. Anak-anak kita membutuhkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya berharap MGMP mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran di setiap sekolah,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah memperkuat budaya kolaborasi, bukan hanya di lingkungan sekolah masing-masing, tetapi juga antarsekolah melalui forum MKKS.
“Tidak ada sekolah yang hebat jika berjalan sendiri. Kemajuan pendidikan akan tercapai apabila kepala sekolah, guru, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan mampu bersinergi. Mari kita saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan mutu peserta didik,” tambah Muhsin.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari ruang-ruang kelas yang dipenuhi guru profesional, adaptif, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Gurah, Ernia Purnamawati, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan Rakor MKKS yang disatukan dengan pembukaan MGMP. Menurutnya, sinergi kedua forum tersebut akan memperkuat komunikasi antara pengambil kebijakan di tingkat sekolah dengan para guru.
“Kolaborasi seperti ini sangat positif karena kepala sekolah dan guru memiliki visi yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hasil-hasil diskusi MGMP nantinya akan lebih mudah diimplementasikan di sekolah karena sudah terbangun komunikasi yang baik melalui MKKS,” katanya.
Ernia berharap MGMP tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.
“Guru perlu terus mengembangkan kompetensi, berbagi metode pembelajaran yang efektif, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan begitu, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” imbuhnya. (Panggah)


