
Kediri, www.beritamadani.com – Produktivitas padi di wilayah Kabupaten Kediri mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir, dengan produksi mencapai 17 ribu ton beras. Capaian ini terlihat dalam gelaran panen padi bersama di Desa Gampengrejo, Kecamatan Gampengrejo, Rabu (07/01/2026) sore.
Pada kegiatan tersebut, sekitar 2.330 hektar lebih lahan dipanen menggunakan mesin modern. Panen bersama ini dihadiri secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia melalui Zoom. Dalam kesempatan itu, Presiden mengumumkan bahwa Indonesia tahun ini telah memasuki gerbang swasembada beras.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, H Sukadi, SE.MM mengatakan bahwa peningkatan luas lahan pertanian hingga 2.330 hektar berhasil mendongkrak produksi lebih dari 17 ton beras. “Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendukung para petani melalui penyediaan bibit unggul dan pupuk tepat sasaran,” ujarnya.
Berdasarkan berita terbaru per Januari 2026, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri tengah fokus pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan produksi komoditas utama di awal tahun.

Berikut adalah ringkasan kegiatan dan giat Dinas Pertanian Kabupaten Kediri pada tahun 2026:
1. Peningkatan Alokasi Pupuk Bersubsidi: Pemkab Kediri memastikan ketersediaan pupuk bagi petani meningkat untuk tahun 2026, guna menjaga ketahanan pangan nasional.
2. Panen Raya dan Swasembada Pangan: Dispertabun Kediri menggelar acara panen raya (misalnya padi di Desa Sambiresik, Gampengrejo pada 7 Januari 2026) dan mengumumkan peningkatan produksi padi yang tajam dari tahun sebelumnya.
3. Optimalisasi Penyerapan Gabah: Bekerja sama dengan Bulog Kediri, dinas memastikan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) hasil petani pada awal 2026 dengan harga yang sesuai HPP.
“Peningkatan produksi ini menjadi indikator kuat bagi ketahanan pangan di tingkat lokal khususnya Kabupaten Kediri Jawa timur dan nasional”, pungkas Pak Kaji Sukadi panggilan akrab dikalangan awak Media. (Panggah)


