Kirab Budaya Bhumi Jaranan, Dasawarsa Kedua Wahyu Krida Budaya

Kediri, www.beritamadani.com – Dewan Kesenian Jaranan Kota Kediri, Wahyu Krida Budaya (WKB) menggelar Kirab Budaya Bhumi Jaranan dalam rangka memperingati Dasawarsa Kedua pada Minggu, (12/04/2026).

Acara ini dihadiri Asisten II Pemerintah Kota Kediri Hery Purnomo; pengurus pusat LP2BN (Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara) beserta DPC Kediri Raya, DPC Blitar Raya dan DPC Malang Raya; pengurus Pasjar Kabupaten Kediri; pimpinan rumah budaya Kediri; penasehat WKB; WBI kota Kediri, Pecut Samandiman serta seniman dan budayawan Kediri dan sekitarnya.

Rangkaian Prosesi Kirab diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum WKB, Sugito. “Dalam rangka HUT WKB ke -20, kita persembahkan Kirab Budaya dilanjutkan dengan Larung sesaji”.

Kirab Budaya kali ini diikuti beragam budayawan masyarakat seni mulai 61 grup Jaranan, Bantengan, Barongsai, Reog, Pecut, ada juga tari Dupa untuk mengiringi pelarungan sesaji atau sedekah bumi kepada Tirta Brantas Sura.

“Kami yang berasal dari akar rumput grup-grup jaranan ini Mangayubagyo ulang tahun Wahyu Krida Budaya ke-20 dengan tajuk Dasawarsa Kedua dan dengan bangga kami mempersembahkan Kirab Budaya Bhumi Jaranan yang akan dilanjutkan dengan sedekah bumi kepada Tirta Brantas Sura yang sering kita sebut Larung sesaji”, Dian Widiasmoro selaku Ketua Panitia Pelaksana Kirab Budaya Bhumi Jaranan.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini dan mohon maaf apabila ada kurang lebihnya dalam penyambutan dan dalam segala hal”, pungkasnya.

Hery Purnomo, Asisten II Pemerintah Kota Kediri mewakili Walikota Kediri berharap semoga di dua dasawarsa ini, WKB semakin berkembang, semakin sukses, guyub rukun bersama-sama membangun Kota Kediri semakin Mapan dan solid.

“Kirab Budaya Bhumi Jaranan ini bukan sekedar sebuah perayaan, namun juga menjadi wujud nyata kecintaan kita terhadap warisan budaya lokal”.

“Ada sebuah nilai-nilai filosofi, nilai tentang Ketuhanan, sosial kemasyarakatan, tata krama, etika dan budaya. Mari kita teruskan kepada anak-anak kita. Ini sebuah bentuk manifestasi, cipta, rasa, karsa dari masyarakat Kota Kediri dan semoga masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya selalu diberikan kesejahteraan”, harapnya.

Pemerintah Kota Kediri akan senantiasa mendukung upaya pelestarian budaya karena budaya bukan hanya warisan masa lalu namun juga menjadi pondasi dalam membangun jati diri dan karakter di masa depan.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan suguh yang dilakukan oleh Bopo Sepuh WKB dan LP2BN sebagai pertanda dimulainya Kirab Budaya Bhumi Jaranan dengan start di depan Stadion Brawijaya menuju bantaran Sungai Brantas dengan menempuh jarak kurang lebih 3 km.

Sesampainya di bantaran Sungai Brantas, dilaksanakan prosesi pelarungan sesaji. Sebelum pelarungan Kepala Lembu, para bopo sepuh melaksanakan suguh sesaji dan doa kemudian dilanjutkan dengan menaiki perahu menuju tengah sungai Brantas untuk prosesi pelarungan. Urutan pelarungan diawali dengan pelarungan sesaji Jawa, pelarungan sesaji hidup (ayam dan bebek), kemudian dilanjutkan dengan pelarungan Kepala Lembu.

Masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya sangat antusias mengikuti kegiatan Kirab Budaya Bhumi Jaranan ini terbukti disepanjang jalan yang dilalui kirab sampai di bantaran sungai Brantas dipadati pengunjung yang ingin melihat prosesi larung sesaji yang dilaksanakan dengan hikmat dan sarat makna. (Wid/Tim BMK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top