
Kediri, www.beritamadani.com – Ratusan massa gabungan LSM Kediri Raya menggeruduk kantor Perum Perhutani KPH Kediri dalam aksi demonstrasi yang berlangsung panas. Mereka menuding proses perizinan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabupaten Kediri sengaja dipersulit oleh birokrasi kehutanan, Selasa (24/2/2026).
Dengan membawa spanduk, poster tuntutan, serta pengeras suara, massa memadati halaman kantor hingga meluber ke badan jalan. Akses di depan kantor sempat tersendat akibat konsentrasi massa yang terus berorasi menekan pihak Perhutani agar segera mengambil keputusan.
Koordinator lapangan aksi dari LSM Gerak Indonesia, Rifai, menegaskan pembangunan KDMP merupakan bagian dari program strategis untuk penguatan ekonomi desa sehingga tidak boleh terhambat urusan administratif berlarut.
“Kalau program untuk rakyat saja dipersulit, ini sama saja pembangkangan terhadap pemerintah NKRI. Semua institusi harusnya mendukung, bukan justru menjadi penghambat,” tegasnya dalam orasi.

Menurut massa, lambannya izin dinilai bertolak belakang dengan agenda percepatan pembangunan ekonomi desa yang digaungkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Mereka mendesak adanya keputusan konkret dan batas waktu jelas agar proyek gerai KDMP di Kediri dapat segera terealisasi.
Selain orasi, demonstran juga membakar ban bekas serta melakukan aksi simbolik dengan membentangkan tuntutan di depan pintu kantor sambil meminta pimpinan Perhutani turun langsung menemui massa. Namun hingga aksi berlangsung, belum ada kepastian solusi yang disampaikan kepada perwakilan demonstran.
Massa menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut. Jika izin tidak kunjung diterbitkan, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar dan tekanan yang lebih kuat. (Panggah)


