DLH Kota Malang Hantarkan 5 RW Raih Penghargaan Proklim 2025

Kota Malang, www.beritamadani.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mampu menghantarkan 5 RW meraih Penghargaan Proklim Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kelima RW tersebut yakni RW 02 Kelurahan Arjosari yang mampu menyabet Penghargaan Proklim Utama Trophy. Penghargaan ini hanya sebanyak 50 trophy seluruh Indonesia yang diberikan setiap tahun. Peraih penghargaan tersebut memiliki keunggulan khusus dibandingkan lokasi lainnya dengan nilai akumulasi 81 point. Kemudian, empat RW lainnya telah berhasil meraih Penghargaan Proklim Utama Sertifikat dengan nilai 81 poin yang diraih oleh RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 Kelurahan Arjowinangun, dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun.

Setelah penyerahan Penghargaan Proklim Utama Trophy diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta dan Penghargaan Proklim Utama Sertifikat diberikan Gubernur Provinsi Jawa Timur Indar Parawansa. Saat ini penghargaan tersebut diterimakan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam rangkaian gelaran Apel Pagi di Halaman Balaikota Malang. Senin (19/1/2026).

Wali Kota Malang memberikan apresiasi atas keberhasilan yang telah dicapai. Menurutnya, RW-RW tersebut telah menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. “Diantaranya adanya sumur resapan, sumur injeksi, keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang senantiasa terjaga adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan,” jelas Wahyu Hidayat.

Pria yang dikenal dengan sebutan Pak Mbois tersebut mengungkapkan bahwa penghargaan yang telah diraih merupakan langkah riil yang dilakukan masyarakat. “Jadi, mereka sudah melakukan pengelolaan dengan baik. Warga sama-sama menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban. Termasuk menjaga bagaimana udara tetap bersih,” jelasnya.

Dikatakannya, poin utama dalam penilaian Proklim ini adalah peran serta masyarakat dan kesadaran masyarakat akan pengelolaan lingkungan. “Untuk itu, kami berharap agar wilayah RW lain dapat menerapkan hal serupa,” jelasnya.

Di samping penghargaan diberikan kepada 5 RW tersebut. Wali Kota Malang juga mendapatkan penghargaan selaku Kepala Daerah Pembina Proklim karena dinilai mampu menerapkan kebijakan-kebijakan yang dinilai mampu mendukung Aksi Adaptasi dan Mitigasi oleh masyarakatdalam menghadapi perubahan iklim. Wali Kota Malang dinilai memiliki kebijakan, perencanaan, penganggaran dan berkelanjutan dalam pengembangan Proklim di wilayahnya.

Di tempat yang sama, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan bahwa Kepala Daerah yang mendapatkan penghargaan sebagai Pembina Proklim Indonesia sebanyak 25 Kepala Daerah yang terdiri dari 4 Provinsi, 9 Kota dan 12 Kabupaten.

Dikatakannya, sebagai bentuk penghargaan kepada 5 RW penerimaan Penghargaan Proklim Utama Trophy dan Sertifikat. Kementerian Lingkungan Hidup memberikan dukungan berupa uang senilai 15 juta rupiah. “Uang tersebut telah diserahkan oleh Bapak Wali Kota Malang pada kegiatan Forum Aksi Iklim dan Pembinaan Proklim di Hotel Santika pada Rabu, 26 November 2025 lalu,” beber Raymond.

Dirinya menyebut bahwa Proklim merupakan akronim dari Program Komunitas untuk Iklim merupakan program nasional Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi bencana. “Saat ini konsep baru Proklim mencangkup tiga aspek yaitu percepatan rekonseptualisasi yang mendorong aspek kualitas, pelibatan aktif daerah melalui beberapa tahap dalam integrasi sistem informasi serta peran masyarakat yang berketahanan iklim,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Arjosari Sativana Sari Pramoedyo menyampaikan bahwa ‎Penghargaan Proklim Utama Trophy merupakan hasil usaha masyarakat, khususnya di RW 02 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing. “Jadi, mereka ini sudah mempersiapkan sejak lama untuk mengikuti penilaian kampung proklim tingkat nasional. Kita di sini sebagai pemerintah kehadirannya untuk mensupport penuh kegiatan tersebut. ‎Yang kami ikutkan untuk tahun ini adalah RW 02 yang diikuti oleh tiga RT. Ada RT 04, RT 05, dan RT 06,” ujarnya.

‎Menurutnya, di RW 02 memiliki keunggulan tersendiri sehingga diajukan dalam penilaian Proklim. “Yang berbeda adalah pemberdayaan masyarakatnya. Jadi masyarakat di RW 02 itu memang masyarakat yang bergotong-royongnya tinggi, kemudian semangat untuk menjaga lingkungannya juga tinggi, serta beberapa inovasi-inovasi ada di masyarakat kami di RW 02. Inovasinya berupa  solar cell, pengelolaan limbah menjadi ecobrick dan eco enzyme, pengelolaan sampah menjadi pupuk cair, ada perajangan sampah, hingga pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga,” urai Sari.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengatakan bagi daerah lain atau RW lain di Kota Malang yang akan meniru konsep dari RW 02 Kelurahan Arjosari dipersilahkan. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top