
Kediri, www.beritamadani.com – Perum Bulog Kantor Cabang Kediri menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah setempat sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, pihaknya mengadakan GPM di 19 titik wilayah Kabupaten Kediri.
GPM digelar untuk menjaga stabilisasi harga bahan pokok menjelang Ramadhan 2026 pada 10 Februari hingga 13 Maret 2026 itu tersebar di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Kediri.
“Ini kami lakukan untuk menekan gejolak harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2026,” kata Tutik Purwaningsih.
Kepala Desa Kwadungan Abd Kamid dan Camat Ngasem Edi Subiyato menyatakan bahwa, “Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan peternakan bersama Bulog dan UMKM sangat membantu kebutuhan sembako warga desa kami khususnya maupun wilayah kecamatan Ngasem”, tandasnya.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Kediri Harisun mengemukakan program GPM ini merupakan kolaborasi bersama antara Perum Bulog Kantor Cabang Kediri dengan pemerintah daerah setempat sebagai bentuk komitmen dalam menjaga harga pangan.
“GPM ini menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk dapat menjangkau pangan dengan harga murah,” katanya di Kediri, Jumat (27/02/2026).
Ia menambahkan, masyarakat bisa membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp.57.000,- per lima kilogram, gula pasir Rp. 15.000,- per kilogram, minyak goreng Rp. 15.700 per liter, telur ayam Rp. 27.500 per kilogram. Ada juga bawang merah seharga Rp. 15.000,- per bungkus, bawang putih Rp. 15.000,- per bungkus, ikan dan berbagai jenis sayuran lainnya.
Dalam GPM yang digelar di Kantor Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri tersebut, Bulog Kediri menyediakan Satu setengah ton beras yang akan ditambah jika permintaan melebihi ketersediaan.
“Kami telah menyiapkan beras SPHP sebanyak dua ton di masing-masing titik GPM, apabila masih kurang akan di drop ping lagi sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Harisun. (Dhe Panggah)


