August 11, 2022

BERITAMADANI.COM

Media Online Indonesia

Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-royong ke-11

Blitar, www.beritamadani.com – Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong-royong kembali digelar oleh Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN), kali ini merupakan kirab yang ke-11, dengan tema “Kumambange Watu Item” pada hari Senin 27 Juni 2022, bertepatan dengan peringatan peresmian Candi Palah Penataran yang ke-825, dihadiri oleh Bupati Blitar, Forkopimda Blitar, Forkopimcam Nglegok, tamu undangan dari berbagai komunitas dari Surakarta, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Blitar, Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Malang, Mojokerto, Surabaya, Madiun dan sekitarnya.

Bedol Kirab dimulai pukul 13.00 WIB di Situs Balekambang, yang dipimpin oleh Ki Jontor Siswanto, diawali dengan mengadakan ritual khusus memohon kepada Tuhan YME agar diberi kesehatan, keselamatan para peserta kirab dan berharap agar kirab bisa berjalan dengan lancar. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan perjalanan kirab menuju Candi Palah Penataran dengan jarak tempuh kurang lebih 3 km. Dengan urutan barisan terdepan cucuk lampah, kemudian pembawa bendera dan Panji-panji LP2BN, pembawa gunungan wayang, pasukan mbok ireng, persintar, para pinisepuh dari berbagai komunitas, tumpeng lanang, tumpeng wadhon, pasukan pecut paling belakang sendiri pasukan 1000  barong.

Antusiasme peserta Kirab Tumpeng Agung Nusantara yang datang dari 4 penjuru Nusantara kali ini luar biasa. Lebih dari 2000 peserta datang dari Komunitas Pelestari Budaya. LP2BN Cabang se Jawatimur, perwakilan lembaga patner seperti Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Jatim, APN (Amukti Palapa Nusantara) cabang Nganjuk dan Tulungagung, Komunitas Kemelun Kemenyan Bojonegoro, Damar Sasongko Kediri, PASEBAN XI, Yayasan Jatiroso, Perwakilan Gerakan Pelajar Pelestari Budaya Nusantara Cabang Blitar, Media Pelestari Budaya, perwakilan keluarga Keraton Solo Surakarta, Paguyuban Seribu Barong, dan masih banyak lagi.

Ritus Agung tersebut berjalan tertib khidmat dan berwibawa, karena mewakili sistem peradaban Kuno Majapahit dalam 3 strata menyatu manunggal hajad dalam bhakti dan Dharma Suci. Strata Brahmana, Ksatria dan Kawula/Sudra, semua khidmat dalam Ritus Suci bertema “Kumambange Watu Item” berjalan tertib, sakral dan berwibawa, karena Ketua DPRD Propinsi Jatim, Bopo Kusnadi, SH, M.HUM berkenan ikut dalam barisan kirab memimpin para Brahmana, Ksatria dan Sudra.

“Kumambange Watu  Item adalah filosofi munculnya kembali ajaran para leluhur Nusantara, dalam waktu yang tepat, yakni saat ini”, ujar Ketum LP2BN, Aris Sugito, disela-sela acara kirab.

Animo masyarakat pun tidak kalah dengan semangat peserta kirab. Jalan sepanjang 3 km dalam  Ritus Suci tersebut dijejali masyarakat tua, muda dan anak-anak.

Dalam sambutannya, Kusnadi, SH, M.Hum menyampaikan, “Acara hari ini Kirab Tumpeng Agung Nusantara. Nusantara adalah suatu wilayah yang sebenarnya lebih luas dari Indonesia. Nusantara dengan cita-citanya menjadi gemah ripah loh jinawi tidak hanya sebatas wilayah Indonesia tetapi lebih luas wilayahnya dari pada masanya apa yang kita harapkan menjadi masyarakat yang adil dan makmur itu sudah tercipta pada masa itu. Kalau kita benar dalam mengelola bangsa dan negara ini maka keadilan dan kemakmuran pasti akan tercapai sebagaimana yang dicontohkan leluhur dan itu bisa terjadi kalau kita bergotong royong”.

“Ini yang patut kita banggakan dan menjadi agenda budaya yang inspiratif yang diselenggarakan LP2BN untuk lintas generasi Bangsa dan Negara. Jepang dan China hebat adalah karena budayanya yang kuat dan hebat. Dan NKRI ini sebagai pewaris besar gen besar peradaban Nusantara, sudah sejak dulu terbukti menjadi mercusuar dunia”, lanjutnya.

“Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk kembali mencontoh para leluhur kita? Hari inilah jawabanya. Acara-acara yang bernuansa Budaya Adiluhung yang telah 11 tahun dilaksanakan LP2BN, seperti Kirab Tumpeng Agung Nusantara Gotong Royong, Ruwatan Massal, Lomba Sesaji Nusantara, dll adalah upaya kreatif yang patut kita dukung dan kita ikut sebarkan aura positif nya”, pungkas  Kusnadi.

Demikian kiranya harapan munculnya kembali ajaran yang berbobot, sebagaimana muncul nya batu hitam kepermukaan adalah tepat untuk saat ini, di masa pemulihan pasca pandemi, untuk mengembalikan spirit bangkitnya kembali peradaban nusantara. (Jontor Siswanto).