May 21, 2022

BERITAMADANI.COM

Media Online Indonesia

Wali Kota Kediri Hadiri Gelar Budaya Usada Nagari Sesaji Bumi Kediri

Kediri, www.beritamadani.com – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang akrab dengan sapaan Mas Abu menghadiri Gelar Budaya Usada Nagari Sesaji Bumi Kediri yang diadakan oleh Perkumpulan Komunitas Pelestari Budaya Kediri dengan mengambil tema “Hamemayu Hayuning Bawono” yang artinya manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan.

Acara ini digelar pada hari Jum’at, 25/02/2022 di Kawasan Wisata Goa Selomangleng Kota Kediri dengan agenda acara Macapat, Orasi Budaya dan Kirab Sesaji. Dihadiri oleh Wali Kota Kediri, Kepala Disbudparpora, Kepala Satpol PP beserta jajarannya, Kapolres Kota Kediri, Danramil, para budayawan dan para seniman.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi budaya yang panjenengan uri-uri sehingga kita bisa tahu dan bisa meneruskan kebudayaan ini kepada generasi-generasi penerus kita, dimana generasi penerus kita ini sangat canggih. Kalau kita tidak mempertahankan kebudayaan kita maka kebudayaan itu akan hilang dan luntur begitu saja seperti yang kita rasakan bersama ini”.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan peninggalan budaya ini, tentu kalau hanya pemerintah saya rasa kurang kuat, harus dibantu panjenengan semua. Kita punya kebudayaan yang sangat luar biasa yaitu cerita Panji Inu Kertapati yang mesti ada. Jangan hanya sekilas ande-ande lumut yang lagunya sudah hafal dari kecil, tapi cerita-cerita itu harus kita translitkan, harus diwujudkan dalam bentuk cerita yang utuh sehingga ini nanti bisa diceritakan di sekolah-sekolah kita. Kalau hanya sekedar di Kediri ada Panji begitu saja ya gampang. Tetapi kalau ada cerita yang bisa kita ceritakan kepada anak-anak kita, ada cerita bahwa Gunung Klotok ini seperti ini, punya Goa Selomangleng, diatas Goa dulu ada candi-candi yang begitu indah. Sekarang mungkin candinya sudah runtuh tapi ceritanya tidak boleh runtuh dan bekasnya harus tetap ada disitu karena ini sebagai penanda. Kalau tidak ada penanda yang wujud aslinya masih ada itu sulit. Bagian dari Kerajaan Kediri masih ada di Museum Airlangga”.

“Kita menjaga kebudayaan ini sangat penting sekali, karena kebudayaan adalah ciri kita, kehidupan kita sehari-hari, history kita, sehingga kita akan bergerak dan berkolaborasi hingga kedepan kita masih memiliki warisan itu. Warisan trsebut tidak hilang, jangn sampai pindah. Banyak yang mencari patung dan batu-batuan yang ada di Kediri ini untuk dibawa pergi ini banyak sekali. Dan ada yang pernah menghadap ke saya untuk beli tapi kita tidak mau. Yang kita punya harus kita rawat, kita tunjukkan kepada masyarakat sehingga mereka tau Kediri ini seperti ini”.

“Saya minta panjenengan terus nguri-uri kebudayaan sehingga kita bisa sambung dalam banyak hal. Pemerintah Kota Kediri akan siap dalam hal apapun untuk memastikan bahwa kebudayaan kita tidak lepas begitu saja ditelan oleh waktu. Mudah mudahan denga adanya acara ini bisa membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat”, pungkas Mas Abu mengakhiri sambutannya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi awak www.beritamadani.com Kepala Disbudparpora Zachrie Ahmad, S.Sos., MM menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan kegiatan dari komunitas pelestari budaya, tempatnya di kawasan wisata selomangleng sehingga kami dari pemerintah khususnya Disbudparpora mengakomodir kegiatan ini karena beliau-beliau ini adalah pelestari budaya yang ada di Kediri. Suatu saat nanti budaya-budaya ini akan ada yang meneruskan, menguri-uri tidak putus ditengah jalan. Inilah fungsinya komunitas pelestari budaya, tetap kita dukung untuk melakukan sebuah kegiatan seperti saat ini. Mungkin bisa juga sebagai agenda tahunan dan untuk menarik wisata”.

Situasi dan kondisi yang masih dalam keadaan pandemi seperti saat ini, maka Sesaji Bumi Kediri tahun ini dilaksanakan dengan mengedepankan prokes yang ketat dan hanya dihadiri oleh beberapa tamu undangan saja tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sangat meriah. Kita berharap semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga acara-acara budaya bisa digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. (Nur – Red.BMK)