May 20, 2022

BERITAMADANI.COM

Media Online Indonesia

Bupati Kediri Pimpin Apel Persiapan Antisipasi Bencana Alam Yang Tidak Terduga Tahun 2022

Kabupaten Kediri, www.beritamadani.comBupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, S.H yang akrab dipanggil Mas Bup bertindak sebagai inspektur upacara dalam Apel besar forkopimda Kabupaten Kediri. Apel ini bertempat di lapangan Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri pada hari Kamis, 27 Januari 2022.

Dalam sambutannya menyampaikan, “Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini kita berada pada musim hujan. Berdasar rekomendasi dari BMKG Jawa Timur menyampaikan bahwa puncak musim hujan tahun 2022 berada pada bulan februari”.

“Untuk musim hujan saat ini mengalami peningkatan intensitas curah hujan. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh Badai La Nina yang memicu peningkatan curah hujan hingga 20 sampai 70 persen.

Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada puncak musim hujan, maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi  yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, untuk mengantisipasi hal tersebut diingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan resiko bencana”.

Yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun ancaman badai tropis lainnya.

Dalam rangka mempersiapkan seluruh potensi baik sumber daya manusia maupun peralatan yang akan dipergunakan untuk antisipasi menghadapi bencana alam tahun 2022 di wilayah Kabupaten Kediri, maka dilaksanakan apel bersama seperti saat ini. Selain itu pelaksanaan apel ini merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk melakukan sinergi dan konsolidasi dalam penanggulangan bencana. Kita tahu bahwa bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak- dampak yang akan timbul dari bencana tersebut.

Pelaksanaan apel ini juga menjadi momentum pengukuhan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri masa bakti 2021 – 2026.  Perlu kita ketahui bersama bahwasanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) merupakan mitra strategis pemerintah daerah  dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Kediri. Forum Pengurangan Risiko Bencana  (FPRB) terdiri dari keterwakilan unsur – unsur Pentahelik. Adapun unsur – unsur Pentahelik tersebut adalah pemerintah, perguruan tinggi/akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat/relawan.

“Kita menaruh harapan besar dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana  (FPRB) Kabupaten Kediri akan tercipta akselerasi upaya  pengurangan risiko bencana serta mewujudkan masyarakat Kediri yang tangguh adanya bencana alam”, ungkap Mas Bup.

“Pada kesempatan yang sangat baik ini pemerintah Kabupaten Kediri, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mendistribusikan peralatan penanggulangan bencana berupa 1 buah gergaji mesin kepada masing-masing Kecamatan diwilayah Kabupaten Kediri. Diharapkan dengan peralatan penanggulangan bencana berupa 1 buah gergaji mesin (Sensho orang Kediri bilang) dapat digunakan sebagai upaya pengurangan risiko bencana maupun upaya cepat penanganan darurat dampak bencana angin kencang/puting beliung. Ini salah satu bukti komitmen kita bersama dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana”, lanjut Mas Bup.

Meningkatnya intensitas bencana alam hidrometeorologi karena dipengaruh beberapa faktor, seperti meningkatnya jumlah penduduk urbanisasi, degradasi lingkungan kemiskinan, dan pengaruh perubahan iklim global.

Dan tidak bisa dipungkiri, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, Kerusakan dan kerugian yang besar serta sangat mengganggu aktifitas, dan produktivitas baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan mata pencaharian masyarakat serta pembangunan nasional.

Melihat besarnya ancaman bencana alam, Hidrometeorologi tersebut maka kita perlu meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini memasuki puncak musim hujan.

Sebelum mengakhiri sambutan, Mas Bup berpesan bahwa ada beberapa penekanan yang harus diperhatikan para peserta apel, diantaranya:

  1. Tingkatkan sinergitas antar stake holder baik ditingkat Kabupaten maupun wilayah Kecamatan dan Desa dalam rangka upaya pencegahan, mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam ;

2. Lakukan pengecekan terhadap seluruh peralatan penanggulangan bencana dan sar yang dimiliki oleh masing-masing instansi dan organisasi relawan  agar peralatan tersebut siap pakai pada saat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana alam

3. Jaga kesehatan dan tetap pedoman protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal. (*/ Red.BMK)