October 1, 2022

BERITAMADANI.COM

Media Online Indonesia

Ujian Pelaksanaan Pengisian Kekosongan Perangkat Desa Di Kabupaten Kediri Dihentikan Sementara

Kabupaten Kediri, www.beritamadani.comBupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengadakan Konferensi Pers terkait pemberhentian proses pengisian kekosongan perangkat desa di Pendopo Panjalu Jayati dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dalam penjelasan singkat melalui virtual, Bupati Kediri menyampaikan sikap Pemerintah Kabupaten Kediri terkait pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri.

“Bahwa dalam proses pengangkatan perangkat desa harus mengacu pada UU Nomor 6 Tahun 2014, Perda Kabupaten Kediri Nomor 5 Tahun 2017, dan Perbup Kediri Nomor 48 Tahun 2021, maka berdasarkan peraturan perundang-undangan di atas, pelaksanaan pengangkatan perangkat desa harus berazaskan transparansi dan akuntabilitas. Hal tersebut sesuai dengan visi misi saya terkait reformasi birokrasi dan pelayanan publik”, terang Bupati Kediri yang dengan akrap sapaan Mas Bup

“Sikap Pemkab Kediri ini tentunya menindaklanjuti banyaknya pengaduan masyarakat atas keberatan hasil penilaian ujian pengisian perangkat desa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2021 di Basement SLG dan Convention Hall SLG yang bekerjasama dengan pihak ketiga”.

“Bahwa terdapat indikasi kuat adanya pelanggaran tahapan pengisian perangkat desa berupa kesalahan pada sistem penilaian yang dilakukan oleh pihak ketiga. Oleh karena itu saya memerintahkan:

1. Kepada Sekretaris Daerah untuk segera menyampaikan kepada Camat agar:

a. Menghentikan sementara tahapan pengangkatan perangkat desa yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2021 yang terdiri dari 13 Kecamatan, 68 Desa, dan 146 Lowongan jabatan perangkat desa

b. Menghentikan sementara pelaksanaan pengisian perangkat desa yang akan direncanakan pada tanggal 16 Desember 2021 yang terdiri dari 7 Kecamatan, 61 Desa, serta 114 lowongan jabatan perangkat desa.

2. Kepada Tim Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa khususnya Inspektorat untuk segera memeriksa dan mengusut tuntas adanya indikasi kuat pelanggaran penilaian hasil ujian tertulis pengisian perangkat desa.

3. Kepada 13 Camat untuk tidak memberikan rekomendasi untuk Calon Perangkat Desa yang akan diajukan oleh Kepala Desa”, pungkasnya dalam konferensi persnya. (Cakas)