May 21, 2022

BERITAMADANI.COM

Media Online Indonesia

POMAD Peduli Sambangi Pengungsi Erupsi Semeru: Semoga Bisa Mengurangi Beban Para Pengungsi

Lumajang, www.beritamadani.com  – Bertepatan Hari Ibu 22 Desember, Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) melakukan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada pengungsi bencana Erupsi Gunung Semeru.

Penyerahan bantuan bencana erupsi Gunung Semeru ini diserahkan secara langsung oleh Irpuspomad Brigjend TNI Ujang Martenis, Rabu (22/12/21). Tampak pula Danpomdam V/Brawijaya, Kolonel Cpm Moh. Sawi, Kasubditperslog Sdirum Puspomad Letkol Cpm Dwi Bangun Wahyu Jadmiko serta Dandenpom V/3 Malang, Mayor Cpm Sonder John Wendy.

Giat yang bertema Pomad Peduli dimulai dari posko utama di Kantor Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Di Posko utama ini, rombangan Pomad Peduli memberikan bantuan yang diterima langsung oleh perwakilan dari BPBD Jawa Timur.

Irpuspomad Brigjend TNI Ujang Martenis menyebut, “Kepedulian kami dengan membantu ini semoga sedikit bisa mengurangi beban para pengungsi. Dan kami mendukung secara penuh rencana-rencana yang terbaik untuk masyarakat. Yang tidak kalah penting adalah doa kita bersama”.

Dalam kesempatan wawancara bersama awak media, Brigjend TNI Ujang Martenis menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Pomad dalam rangka upaya meringankan beban korban erupsi Gunung Semeru.

“Kami memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan kami serta didukung oleh rekan-rekan yang lainnya. Bantuan ini berupa matras, selimut, sarung, bahan makanan, air mineral, pakaian anak-anak, alat mandi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Brigjend TNI Ujang Martenis berharap semoga bencana erupsi gunung semeru merupakan bencana yang terakhir, sehingga masyarakat bisa kembali pulih dan hidup dengan mata pencaharian yang sebelumnya mereka lakukan.

Kegiatan Pomad Peduli dilanjutkan menuju posko pengungsian SMP Negeri 2 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Di lokasi ini Pomad menyerahkan secara simbolis bantuan yang diterima langsung oleh pengungsi dan koordinator pengungsi.

Dodit Zainal Juniawan seorang guru yang juga sebagai koordinator Posko SMPN 2 Pronojiwo mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pomad. Dijelaskan olehnya total pengungsi yang ada di SMP Negeri 2 Pronojiwo sebanyak 166 jiwa.

Ditanya bagaimana mekanisme pendistribusian bantuan? Dodit menjawab,”Dari awal sudah ada manajemen, bantuan harus melewati Pos administrasi, kemudian menghubungi Pos logistik. Untuk pendistribusian logistik kami sekarang sehari 2x untuk warga pengungsi”.

“Terus terang yang paling mendesak adalah uang tunai. Untuk logistik bantuan saya pikir sudah cukup hingga 2 bulan mendatang,” tambahnya.

Rombongan Pomad Peduli melanjutkan memberikan secara langsung bantuan menuju SDN 04 Pronojiwo. Di lokasi ini kembali Irpuspomad Brigjend TNI Ujang Martenis meninjau secara langsung kondisi pengungsi.

“Kondisi posko kesehatan cukup memadai bahkan relawan terlihat cukup sigap dalam membantu kebutuhan para pengungsi,” ucapnya kepada media ini.

Mengakhiri kegiatan Pomad Peduli korban Erupsi Gunung Semeru, rombongan menuju lokasi Jembatan Gladak Perak yang putus diterjang awan panas.

Ditemani Kapten Inf, Ahmad Ely Supriyadi Dantim BKO Kodim 0821/Lumajang, rombongan Pomad peduli menyaksikan dari dekat jembatan Gladak Perak, yang merupakan jembatan penghubung antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang.

Dalam kesempatan tersebut Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi menjelaskan kepada Irpuspomad Brigjend TNI Ujang Martenis bahwa jembatan telah diterjang guguran awan panas sebanyak 2 kali sejak 2020 erupsi yang pertama.

“Kemungkinan pondasi juga mengalami masalah sehingga dengan erupsi yang cukup dahsyat 4 Desember yang lalu, jembatan ini akhirnya roboh,” jelasnya.

Dijelaskan juga olehnya bahwa kemungkinan ada korban di lokasi penambangan pasir di aliran kawah Semeru. Namun karena tebalnya material erupsi, relawan, TNI dan Polri masih terus berusaha mencari korban hingga selesainya masa tanggap darurat. (Ags/Ich/Red.BMK)