0 3 min 1 mth

Kota Malang, www.beritamadani.com – Walikota Malang Sutiaji mengapresiasi kolaborasi antara Tugu Media Group bersama PMI Kota Malang yang membuat gerakan Donor Plasma Konvalesen bertajuk dari Malang untuk Indonesia, yang dilaksanakan di Aula Kantor DPRD Kota Malang, Jalan Tugu No. 1A. Kamis (12/08/2021).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Walikota Malang, Sutiaji, Wakil Walikota Ir. Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto,  Dandim 0833 Kota Malang Letkol Armed Ferdian Primadona, Ketua PMI Kota Malang Imam Bukhari, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, Ketua Komite Manufaktur Kadin Jawa Timur Sim Putra Bradley, dan para Pimpinan Rumah Sakit di Kota Malang.

Walikota Malang Sutiaji dalam sambutannya mengatakan, kolaborasi ini diperlukan karena kebutuhan plasma konvalesen sangat tinggi. “Untuk itu kolaborasi ini kita kuatkan. Kita lihat jumlah yang sudah plasma itu berapa, (dalam gerakan hari ini), sudah 90-an dan ini luar biasa, kami ucapkan terimakasih. Kita kuatkan,  setetes darah yang kita berikan berharga bagi nyawa saudara kita semua,” ucap Sutiaji.

Terakhir, kader Partai Demokrat ini mengatakan, plasma konvalesen adalah salah satu cara untuk melawan Covid-19. “Saat ini ada dua (cara melawan Covid-19), ketika dia terpapar Covid-19 agak parah bisa dengan plasma konvalesen dan kedua adalah atemra,” pungkas Sutiaji.

Sementara itu Kapolresta Malang AKBP Budi Herwanto saat di wawancarai www.beritamadani.com  menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mulia karena bisa untuk menyelamatkan nyawa manusia. Menurut Buher, hukum tertinggi adalah keselamatan manusia dan mengatakan bahwa satu teladan lebih bagus dari seribu nasihat.

“Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi dan ada pepatah yang mengatakan bahwa satu teladan lebih bagus dari seribu nasihat, maka dari itu saya ikut mendonorkan plasma konvalensen” ucap Buher.

Masih menurut perwira dua melati di pundaknya itu, juga mengirimkan anggotanya sebanyak 57 personel yang ikut donor. “Dari 57 personel meskipun hasil skrining ada yang tidak lolos minimal sudah bisa mendonorkan darahnya guna untuk kepentingan sesama,” pungkas Buher. (Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *