0 3 min 5 mths

Malang, www.beritamadani.com – Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, membuka Rapat Paripurna penyampaian laporan hasil pembahasan terhadap LKPJ Walikota Malang Tahun Anggaran 2020 dan pengambilan keputusan DPRD tentang rekomendasi atas LKPJ Walikota Malang Tahun Anggaran 2020, Rabu (21/4/2021).

Dalam Rapat Paripurna tersebut dihadiri oleh 43 Anggota dari total 45 Anggota DPRD Kota Malang, sehingga rapat ini memenuhi kuorum dan bisa dilaksanakan, juga sah menurut Undang-undang.

Walikota Malang Sutiaji yang didampingi Wakilnya Sofyan Edi Jarwoko beserta OPD dan Forkompinda Kota Malang, juga hadir di Gedung DPRD Kota Malang.

Dalam Rapat Paripurna kali ini juga dilakukan penandatangan SK DPRD Kota Malang, tentang rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban (LKPJ) Wali Kota.

Menurut Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, dikatakan bahwa sebelum dilaksanakan rapat ini telah dilakukan pembahasan-pembahasan oleh 45 anggota DPRD, kemudian diperdalam oleh Komisi-komisi sebanyak 45 orang dan disimpulkan oleh Badan Anggaran.

Rekomendasi di Bidang Pemerintahan dan Hukum, diketahui masih banyak jabatan-jabatan yang kosong, terkait pengaturan jabatan jangan karena keinginan tetapi berdasarkan kebutuhan.

Terkait Bidang Keuangan banyak catatan-catatan yang kurang optimal sehingga APBD masih mempunyai hutang, sehingga mempunyai defisit pendapatan yang harus ditutup pada Tahun 2021, walaupun ada pandemi tetapi harus tetap dikejar.

Kemudian Bidang Pembangunan menurut Made, menekankan penanganan banjir dan beberapa bangunan-bangunan yang belum termanfaatkan dengan baik, contohnya: Pembangunan Pasar Blimbing dan Pasar Gadang.

Sedangkan untuk Bidang Kesra yang menjadi catatan adalah penanganan pandemi Covid-19, yang datanya kurang akurat, kemudian updating data.

Selain itu Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika juga mendesak agar segera merelokasi Puskesmas Bareng, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Bidang Pendidikan terkait kegiatan tatap muka, Made juga mengatakan bahwa hal ini harus menjadi perhatian bersama.

“Kita awasi jangan sampai menjadi cluster-cluster baru,” pungkasnya pada saat diwawancarai awak media www.beritamadani.co.id, setelah menutup Rapat Paripurna.

Rapat Paripurna kali ini dikarenakan berbarengan dengan Bulan Suci Ramadhan maka seluruh peserta dan para tamu undangan melaksanakan buka bersama dengan penuh rasa kekeluargaan dengan hidangan yang telah disediakan. (Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *