Kediri, www.beritamadani.com – Sebagian masyarakat Kediri saat ini sedang demam dengan miniatur truk . Biarpun sudah dua tahun lebih sejak booming, tetap saja digandrungi oleh anak-anak sampai orang dewasa.

Dari kondisi ini ada peluang usaha yang ditangkap, yaitu oleh Fendi Aryono (36), bapak tiga orang anak dari Desa Manding Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri ini menekuni pembuatan miniatur truk. Miniatur truk ini dibuat semirip mungkin dengan truk aslinya dan  didesain kuat untuk menahan beban, karena nantinya akan dipasang dengan sound system mini di baknya.

Awalnya Fendi Aryono (36) hanya membuat miniatur truk untuk koleksi sendiri, ternyata belakangan ini banyak teman yang memesan miniatur truk kepadanya.

“Saya sebenarnya hobi dengan miniatur truk. Awalnya buat untuk koleksi sendiri, ternyata banyak teman yang pesan. Akhirnya saya tekuni untuk tambah penghasilan,” ujarnya, Minggu (24/11/2020).

Belakangan ini memang sedang marak adanya miniatur truk berbahan kayu pinus yang lagi digandrungi masyarakat. Hal ini bisa dilihat di perkampungan warga setiap Sabtu sore dan Hari Minggu selalu digunakan untuk berkeliling perkampungan dengan miniatur truknya.

Dari hobi hingga berhasil menjadi produsen miniatur truk, tidak lepas dari latar belakang Fendi Aryono (36) sebagai tukang kayu. Ia terus berinovasi menciptakan kreasinya dalam bentuk miniatur truk yang memilih menggunakan bahan baku Kayu Pinus.

“Pesanan berdatangan dari wilayah Kabupaten Kediri dan wilayah di luar Kabupaten Kediri hingga sampai ke Mojokerto, Surabaya, bahkan sampai ke luar Pulau Jawa,” ucapnya.

Ditemui oleh Media Online www.beritamadani.com dikediamannya yang tak jauh dari Kantor Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, Fendi Aryono (36) memaparkan dan menceritakan kisahnya tentang bagaimana awalnya dia berkutat dengan truk miniatur.

“Kisaran harga miniatur truk produksi saya Rp. 500 ribu hingga Rp.750 ribu, tetapi ada pesanan khusus yang harganya sampai dengan Rp.1 juta, itupun sesuai dengan ukuran yang diminta,” tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa usaha yang ditekuni sampai saat ini belum ada sentuhan dari pihak pemerintah maupun lembaga pemberdayaan masyarakat. Walaupun pihaknya juga sudah tergabung dalam wadah UMKM di Kabupaten Kediri.

“Saya berharap, dimasa pandemi ini ada perhatian khusus dari pemerintah, guna mendongkrak ekonomi para pengiat UMKM serta bisa tetap bertahan dalam masa Covid-19, ” pungkasnya. (Cak Kas/Widya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *