0 3 min 11 mths

Kediri, www.beritamadani.com – Aksi massa menolak pemangkasan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga 50 persen dari jumlah siswa. Massa mendatangi Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Jalan Pamenang-Katang, Kec.Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (5/11/2020)

Diketahui bahwa ratusan Guru dan Kasek Madrasah MI, MTS, dan MA Swasta se-Kabupaten Kediri,  dengan titik kumpul di area Terminal Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri. lalu mereka menuju Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, dengan pengawalan Petugas Kepolisian.

Dari pantauan di lapangan, bahwa dampak dari pemotongan anggaran Bantuan Operasianal Sekolah (BOS), ratusan Guru Madrasah dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, mendatangi Kantor Kemenag yang ada di Jl. Pamenang-Katang, Kec Ngasem. Mereka menolak kebijakan penghematan dan penerapan kuota siswa penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di era pandemi Covid-19.

Di depan Kantor Kemenag, ratusan Guru, Kepala Madrasah MI, MTS dan MA Swasta se-Kabupaten Kediri ini menyampaikan aspirasinya dan membentangkan spanduk serta poster.

Korlap Aksi, Zulfikar Abdulloh, dari Madrasah Aliyah Hikmatul Mutabihin, Kec. Ngadiluwih, ketika ditemui awak media www.beritamadani.com  mengatakan bahwa aksi massa ini, menolak pemangkasan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga 50 persen dari jumlah siswa.

“Kami para Guru menuntut terkait hak-hak dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak ada pemotongan kuota, harus dikembalikan 100 persen dan BOP segera dicairkan,” ucapnya, Kamis (5/11/2020).

Sementara itu, beberapa perwakilan aksi ditemui oleh Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, M.Zuhri, Kasi. Pendma. Enim Hartono dan dua perwakilan Kanwil  Kemenag Jatim.

Menurut Zulfikar Abdullah, hasil pertemuan perwakilan aksi  dengan Kemenag, bahwa untuk dana BOP dan kekurangan dana BOS akan dicairkan Bulan Nopember 2020, untuk BOS MA akan dicairkan penuh dan untuk MI akan dicairkan yang diambilkan dari Kanwil Kemenag Jatim.

“Besok akan diterbitkan kekurangan dana BOS dan dana BOP tersebut mudah-mudahan Madrasah tetap hebat dan bermartabat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Chafid, Ketua Forum Komunikasi Guru Madrasah (FKGM) yang juga salah satu Kepala Sekolah Madrasah di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Untuk diketahui, akhirnya Kepala Kemenag Kediri, Zuhri, naik mobil orasi menemui pendemo sekaligus membacakan doa pembubaran aksi.

Reporter: Tim BMK – Cak Kas, Editor: Widyana R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *