Kediri, www.beritamadani.com – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya Acara Ritual Budaya 1 Suro, yang rutin dilakukan di Petilasan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo untuk umum diinformasikan untuk tahun ini ditiadakan, hal ini sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Kediri, Minggu (9/8/20).

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Desa Menang, Kec. Pagu, Kabupaten Kediri, Kades Linda, melalui Juru Kunci Pamuksan Mbah Gabing, ketika ditemui Tim www.beritamadani.com, di lokasi Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Hal ini bertujuan untuk memutus mata-rantai penyebaran Covid-19.

“Atas keputusan musyawarah desa bersama perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat dan Panitia Penyelenggara 1 Suro Tahun 2020, hanya melaksanakan ritual internal saja, meniadakan acara perayaan iring-iringan(kirab) dengan berbagai kelompok Ormas maupun organisasi yang peduli dengan pelestarian kebudayaan,”tutur Mbah Gabing.

Perlu diketahui bahwa di Desa Menang, Kec.Pagu, Kabupaten Kediri ini terdapat dua Petilasan Prabu Sri Aji Joyoboyo, yaitu: Pamuksan dan Patirtaan Sendang Tirtokamandanu. Walaupun berbeda lokasi tetapi tempat ini merupakan satu kesatuan. Pamuksan diyakini sebagai lokasi hilangnya jiwa juga jasad Sri Aji Joyoboyo dan Sendang Tirtokamandanu merupakan tempat mandinya Sri Aji Joyoboyo.

Reporter: Cak Kas, Editor: Widyana R.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *